Fungsi Konsultan Manajemen
Anda mungkin sering bertanya apakah fungsi konsultan manajemen?
Ada beberapa pandangan atau interpretasi begitu orang mendengar nama konsultan manajemen. Pandangan pertama konsultan manajemen adalah orang yang membantu kita untuk memecahkan persoalan seputar manajemen perusahaan atau organisasi. Dia dianggap sebagai problem solver yang hanya duduk di meja dan berdiskuasi berjam-jam dengan owner atau manajer. Apapun masalah anda konsultan manajemen akan memecahkan dengan baik. Pandangan kedua, konsultan manajemen dianggap sebagai outsider yang hanya memberikan nasehat/advise atau solusi dan juga ikut terjun memecahkan persoalan yang ada dilapangan. Disini konsultan manajemen berfungsi sebagai konsultan dan teknisi lapangan.
Fungsi konsultan manajemen di atas sering kita jumpai dilapangan. Mana yang akan anda pilih adalah keputusan anda dan konsultan manajemen yang bersangkutan. Namun dalam kondisi tertentu konsultan manajemen sering dianggap juga sebagai trouble maker. Nah, mengapa demikian? Sering kali konsultan manajemen selain keahlian ide untuk memecahkan masalah ada hal yang kurang difahami yaitu soal sikap dan tingkah laku. Seorang konsultan manajemen sering adalah seorang karyawan di perusahaan dimana mereka bekerja. Karakteristik perusahaan
atau corporate culture sering tidak dipahami oleh seorang konsultan manajemen. Memang pada akhirnya harus ada saling pengertian antara konsultan manajemen dan perusahaan atau pemilik perusahaan. Kesalahfahaman ini sering kali menyebabkan adanya putus kontrak atau tidak puasnya perusahaan yang menyewa konsultan manajemen.
Apakah yang seharusnya ada sehingga tidak terjadi kesalahfahaman ini?
Pemilik perusahaan merasa bahwa manajemen yang dia terapkan atau bayangan akan sistem manajemen yang dia harapkan dari seorang konsultan ternyata berbeda jauh dengan apa yangterjadi di lapangan yang pada akhirnya justru membuat perusahaan semakin tidak efisien dan
efektif. Pemilik perusahaan, apalagi kalau perusahaan yang dibangun dari nol dan tanpa bermodalkan pendidikan tinggi, merasa bahwa dengan ’six sense” dia mampu memecahkan persoalan atau ‘cocok-cocokan” dengan konsultan manajemen yang dia sewa. Di sisi lain konsultan manajemen merasa bahwa ilmu yang dia dapat di bangku kuliah dan
sedikit praktek lapangan sudah cukup menjadi “obat” untuk “penyakit” di perusahaan. Di ini seringkali muncul debat mengenai bagaimana suatu masalah manajemen dapat dipecahkan dengan baik, efketif dan efisien bagi pemilik perusahaan.
Selain kerendahan hati yang diperlukan oleh konsultan manajemen, standard mengenai kriteria konsultan manajemen juga harus menjadi standard baku di perusahaan di mana seorang konsultan manajemen bekerja. Selain standard skill akademis dan teknis, skill yang bersifat
emosional harus diasah dan menjadi standard di perusahaan. Dengan demikian persoalan gap culture antara konsultan dan pemilik perusahaan atau corporate culture bisa diatasi sejak dini.
Untuk informasi lebih lanjut perihal Konsultan Manajemen Hotel & Restaurant silahkan hubungi kami di :
Hotelink&Co
Contact : Hasan Basri
0274 – 413988 atau 0812 274 8000