Anda mungkin sering bertanya apakah fungsi konsultan manajemen?
Ada beberapa pandangan atau interpretasi begitu orang mendengar nama konsultan manajemen. Pandangan pertama konsultan manajemen adalah orang yang membantu kita untuk memecahkan persoalan seputar manajemen perusahaan atau organisasi. Dia dianggap sebagai problem solver yang hanya duduk di meja dan berdiskuasi berjam-jam dengan owner atau manajer. Apapun masalah anda konsultan manajemen akan memecahkan dengan baik. Pandangan kedua, konsultan manajemen dianggap sebagai outsider yang hanya memberikan nasehat/advise atau solusi dan juga ikut terjun memecahkan persoalan yang ada dilapangan. Disini konsultan manajemen berfungsi sebagai konsultan dan teknisi lapangan.
Fungsi Konsultan Manajemen
Posted in Uncategorized on April 18, 2009 by mhassanbasriTiga Jurus Strategi Bisnis
Posted in Hotel Management on February 24, 2009 by mhassanbasriStrategi ini dapat diterapkan dalam dunia usaha perhotelan.
Apa sebenarnya yang membuat Microsoft terus berjaya? Lalu mengapa Nokia mampu menjadi produk cell phone yang paling banyak dicintai para konsumen? Dan apa yang membuat BMW selama puluhan tahun terus menjadi ikon kemakmuran yang terus diburu orang? Belajar dari kisah sukses perusahaan-perusahaan berskala global terkemuka dalam melayani pelanggan, tampaknya ada sejumlah wisdom yang bisa dipetik. Pelajaran utama yang bisa diambil adalah ini : bahwa proses melayani pelanggan ternyata mesti diawali dengan pilihan strategi yang benar. Dengan kata lain, proses melayani kebutuhan pelanggan ternyata tidak sekonyong-konyong muncul dari langit, namun mesti diselaraskan dengan pilihan strategi perusahaan (corporate strategy) yang telah diputuskan.
Yogyakarta sebagai Kota dengan 1001 Nama
Posted in Uncategorized on February 24, 2009 by mhassanbasriYogyakarta, Jogja, Jogjakarta, atau Yogya?
Banyak orang menyebut Yogyakarta dengan nama berbeda-beda. Orang-orang tua menyebut Ngayogyakarta, orang-orang Jawa Timur dan Jawa Tengah menyebut Yogja atau Yojo. Disebut Jogja dalam slogan Jogja Never Ending Asia. Belakangan muncul sebutan baru, yaitu Djokdja. Sekilas memang membingungkan, namun menunjuk pada daerah yang sama. Lalu, bagaimana bisa kisahnya sampai nama kota ini bisa begitu bervariasi?
Paling tidak, ada 3 perkembangan yang bisa diuraikan. Nama Ngayogyakarta dipastikan muncul tahun 1755, ketika Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I mendirikan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton yang berdiri di Alas Bering itu merupakan wujud Perjanjian Giyanti yang dilakukan dengan Pakubuwono III dari Surakarta.
Bisnis Perhotelan di Yogyakarta
Posted in Hotel, Pusaka Budaya on February 24, 2009 by mhassanbasriMenurut Walikota, saat ini bisnis hotel bintang khususnya bintang tiga di Kota Yogyakarta dapat dikatakan tidak ada masalah yang berarti. “Bisnis hotel khususnya bintang tiga saat ini cukup stabil dan kuat,” katanya.
Untuk menarik investor, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Peraturan Walikota (Perwal) No 3 Tahun 2009 akan memberikan insentif bagi mereka yang menanamkan modalnya di Kota Yogyakarta pada 2009. Insentif tersebut meliputi Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Retribusi Izin Mendirikan Bangun Bangunan (IMBB), Retribusi Izin Gangguan dan Retribusi Izin Usaha Kepariwisataan.
Keringanan pajak yang diberikan kepada investor yang mendirikan usaha baru besarannya bermacam-macam. Untuk Pajak Hotel misalnya, akan ada pengurangan pajak hingga 90 persen bagi pelaku usaha perhotelan mulai mikro hingga yang besar selama tiga bulan pertama. Kemudian tiga bulan berikutnya sebesar 50 persen dan enam bulan lagi ada potongan 25 persen.
Mengenal Keraton Kasultanan Yogyakarta
Posted in Pusaka Budaya with tags jogja, jogjakarta, keraton, yogya, yogyakarta on February 23, 2009 by mhassanbasriKeraton Kasultanan Yogyakarta didirikan pada tahun 1756 Masehi oleh Pangeran Mangkubumi, yang kemudian bertahta sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pendirian Keraton yang sekaligus menandai berdirinya Kota Yogyakarta ini, diabadikan dengan ornamen simbolik berupa candrasengkala berbunyi “Dwi Naga Rasa Tunggal”, yang bermakna angka tahun 1682 Jawa. Ornamen berupa 2 ekor naga yang saling berlilitan ini, terdapat di pintu gerbang atau Regol Kemagangan dan Regol Gadhung Mlati yang berada di dalam Keraton Kasultanan Yogyakarta. > Baca selengkapnya